Minggu, 27 Juli 2014

Orang cabul

Sebelum hari raya esok, saya mau memposting riddle ini pada kalian.Oiya, selamat lebaran!

***

Cermati kisah ini, akan ada sesuatu yang ganjil disini.

***

Aku dalam perjalan pulang kerumah setelah bekerja ketika aku mengetahui seorang gadis di dekatku dikerubungi oleh beberapa pria.  Naluriku mengatakan untuk menghajar pria-pria itu, namun aku menahan diri.

"Jika mereka mengganggumu, gelengkan kepala!" Aku mengirim pesan teks untuknya. Aku menatapnya penuh perhatian. Dia melihat ponselnya berdengung, membaca pesan, dan ia segera menggelengkan kepala.

"Hei, orang ini cabul!" Aku berteriak, menyambar tangannya dari gadis itu. Semua orang di dalam kereta melihat kami, dan beberapa orang bangun untuk membantuku sampai kami tiba ke pemberhentian berikutnya.

Para polisi dan pekerja kereta mengajukan banyak pertanyaan tentang kejadian tersebut.

Gadis itu berterima kasih kepadaku dengan cara yang cukup formal sebelum berjalan pulang.

Aku merasa cukup senang hari ini, jadi aku mengambil jalan panjang untuk pulang.


*** 

Sabtu, 26 Juli 2014

Cerita dari bibi

http://s.hswstatic.com/gif/classic-toys-9.jpg



Bibiku menceritakan padaku beberapa cerita, namun satu cerita yang membuatnya ketakutan masih terbayang di benakku.

Ketika sepupuku masih kecil, kamar tidurnya berada di ujung lorong. Suatu hari, ia berada di kamarnya, sedang bermain dan paman dan bibiku di ruang tamu ketika mereka mendengar sepupuku mulai menangis.
Tidak seperti tangisan meminta sesuatu, tapi menangis karena menjerit ketakutan. Langsung saja, mereka bergegas kesana untuk melihat apa ada sesuatu yang salah dan ketika bibiku bertanya kepadanya, sepupuku menjawab; "seorang pria mengatakan padaku untuk menempatkan mainan ke bawah!"

Dia menunjuk keluar jendela ketika mengatakan hal itu. Lalu pamanku keluar dan mengintari seluruh rumah,  tapi tidak ada apa pun. Jendela kamar sepupuku jaraknya delapan meter dari tanah, sehingga tidak ada cara seseorang untuk melihat ke dalam.

Kejadian itu membuat bibiku ketakutan.

Dua Kepala



Diceritakan oleh anonim di sebuah web. :)



***
Cerita ini terjadi tiga tahun yang lalu.


http://www.looseleafnotes.com/notes/2heads.jpg

Ketika aku masih kuliah, aku tinggal di apartemen dengan sepupuku.


Apartemen kami memiliki dua kamar, masing-masing kamar ditempati satu orang. Hari itu adalah Minggu yang sibuk bagiku, karena ujian akhir sudah dekat. Jadi aku merevisi catatanku di kamar sedangkan sepupuku menonton televisi di kamarnya.

Saat itu sekitar jam 11 malam sepupuku diam-diam masih menonton film, jadi aku memintanya untuk membangunkanku beberapa jam setelahnya; karena aku ingin tidur sejenak, kemudian melanjutkan belajarku. (Note: aku tak memiliki ponsel saat itu karena ponselku sedang diperbaiki di pusat layanan)

Dia menyetujui lalu aku pun tidur.

Jumat, 25 Juli 2014

Saya dapat award lho!



Saya pemilik blog ini mau cerita sejenak.

Karena memakai kata "saya" agak aneh, jadi memakai kata " aku" saja.

Rehat sejenak dari draf blog yang isinya cerita yang belum aku posting.

Masalah dengan lemari

Ketika aku berumur 4 - 9 tahun, aku tinggal di rumah kecil lepas dari jalan utama. Itu adalah rumah yang sempurna untuk tiga atau empat anggota keluarga. Kamarku sangat bagus, bewarna pink dengan hiasan bunga-bunga.

Tepat di tengah salah satu dinding kamarku ada lemari.